CERPEN
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarkatuh, Apa Kabar para pengunjung Sekalian? Semoga Sehat selalu ya, Alhamdulillah saya masih diberi kesehatan oleh Allah untuk tetap memberi layanan jasa di Blog JUAL JASA ini. Pada postingan kali ini, saya akan menawarkan jasa pembuatan CerPen untuk berbagai keperluan yang kalian inginkan, silahkan lihat Contoh dibawah :
Kisah
Seorang Pengamen
Siang
itu matahari terasa sangat menyengat ke kepala seorang anak yang sedang mencari
nafkah untuk mencari makan diri sendiri dan ibunya di rumah. Anak itu bernama
Bojur, namanya sering diejek oleh teman-teman sekolahnya. Terutama si Werugi,
anak di kelasnya yang paling nakal dan sangat jahil kepadanya.
Bojur
menjadi pengamen sejak ditinggal merantau oleh ayahnya yang pergi merantau ke
Arab Saudi untuk mencari uang agar mereka dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka
sekeluarga. Siang itu sudah dua tempat makan yang disinggahi oleh Bojur, namun kantong
uang yang dipeganginya dari tadi pagi belum terisi dengan uang sedikitpun.
Bojur mulai lelah, dia pun duduk dengan malasnya di trotoar. “Kalau aku tidak
bisa mendapatkan uang sampai maghrib ini, ibu tidak akan membolehkanku pulang”
keluhnya. Namun disaat bojur sedang berpikir keras untuk mendapatkan uang,
matanya tertuju ke seberang jalanan. Dia melihat ada orang yang buta,
mendapatkan uang yang banyak dengan meminta-minta. Lalu setelah selesai orang
buta itu pun pergi ke tempat yang agak terpencil, Bojur pun mengikutinya dan
alangkah terkejutnya Bojur ketika melihat orang buta itu masuk ke rumah yang
sangat bagus dan mewah sekali.
Lalu Bojur berpikir di dalam hatinya, “Jika
aku bisa berpura-pura buta, lalu mengemis seperti tadi aku pasti bisa kaya
raya. Hahahahahahahahahahaha………..”. Bojur pun pulang ke rumah, namun karena
Bojur tidak mendapatkan uang sama sekali jadi ibunya marah kepadanya, “Mana
setorannya?” Tanya ibunya, “Ngggg… ggaak addaa….aa bu” jawab si Bojur dengan
gagapnya karena takut disuruh lari keliling kolam ikan seratus kali. “Apa?
Nggak bawa uang? Kok bisa, terus nanti yang akan bayar pizza delivery ibu nanti
siapa haaaahh?” dengan marahnya sang ibu Bojur menjewer telinga si Bojur.
“Ampun bu….. sakiiiit”, rintih si Bojur kepada ibunya. “Ibu nggak mau tau,
pokoknya kamu harus bisa cariin uang malam ini untuk bayar pizza ibu nanti,
kalau nggak ibu akan suruh kamu nguras kolam renang pakai sedotan. Cepat
pergiiiiiiiiiii….” Bojur pun mau tidak mau harus menuruti perkataan ibunya itu,
“mau cari dimana lagi ya uangnya?” saat Bojur melihat ke belakang, tiba-tiba
dia melihat sebuah gitar sedang melambung ke arahnya, BRRAAAAk.
Bojur
pun pingsan karena lemparan gitar itu, lalu dia melihat jam tangannya.
Menunjukkan pukul 00.00 tengah malam, “Haaa…..h, sudah tengah malam? Matilah
aku, pasti akan dimarahi oleh ibu” kemudian, si Bojur terkejut melihat
sekelilingnya dia berada di depan rumahnya yang baru saja ingin ia tinggalkan,
dia melihat gitarnya yang hancur karena dilemparkan kepadanya tadi. Dia mencoba
untuk bangun, tapi gagal dia sangart merasa pusing sekali akibat lemparan tadi.
Lalu
dia berpikir lewat pintu belakang untuk masuk dan tidur, dengan mengendap-endap
Bojur menuju pintu belakang rumahnya. Saat dia akan masuk, ternyata ibunya
sudah mencegatnya dari belakang. Bojur terkejut bukan kepalang, “Ibbbuu…… kok
bebe…lah, eh brlum tidur??”. Sang ibu tidak menjawab, namun tatapan matanya
seolah menggambarkan kemarahan yang amat luar biasa dahsyatnya. “Kemana saja
kamu? Kelayapan malam-malam” Bojur heran dengan pertanyaan ibunya itu,
“Bukankah ibu yang menyuruh Bojur untuk mencari uang???” PLAKKK!!!! Sebuah
tamparan keras baru saja menghantam pipi Bojur, “Auuuwww…. Kok Bojur ditampar
sih bu?” Tanya Bojur yang kesakitan sambil memegangi pipinya, “Tadi ada nyamuk
di pipimu, makanya ibu pukul, ya sudah sekarang cepat tidur” jawabnya santai.
Esoknya
Bojur dibangunkan oleh ibunya untuk sholat subuh berjamaah ke masjid, namun
bukannya bangun si Bojur malah berkurung dalam selimut. Melihat kejadian itu,
si ibu Bojur langsung pergi ke dapur dan membuka kulkas untuk mengambil satu
botol besar air dingin. Lalu ibu Bojur pun menyiramkan air dingin itu ke kepala
sang anak, dan ajaib si Bojur langsung bangun dengan menggigil kedinginan,
“BRR…… Hatchiu….. ada apa bbbb…..bi…. eh bbuuu??” Tanya si Bojur kepada si ibu,
“Kamu ini, disuruh bangun malah makin nyenyak tidurnya. Cepat pergi ke
Masjid!!!” perintah sang ibu. “Mau ngapain bu?” Tanya bojur yang kepalanya
terasa beku karena di siram air dingin tadi. “Mau ngelayat!!! Ya Sholat subuh
lah, cepat bangun kalau belum bangun juga ibu siram pakai air panas” perintah
ibunya sambil teriak, “Ibu kejam sekali sih…………” oceh anaknya itu. BUUKKK!!!!!
Sebuah pukulan keras baru saja diterima Bojur di mata kirinya, “Aduh………… sakit
buuuu….” Cepat BANGUUUUUUUUUUUn!!” suruh ibunya. Dengan terpincang-pincang,
Bojur pun pergi ke masjid namun dia lupa membawa peci, malah yang dibawanya
adalah topinya yang biasa untuk ngamen. Salah satu temannya bertanya, “Eh
Bojur, kenapa wajahmu itu? Kok biru?” Tanya temannya keheranan. “Nggak kok,
tadi ada Maling masuk rumahku jadi aku lawan” omongnya, “Haaaaaaaaaaaaaaa………….h
maling???????? Ngaco kamu, kalau ada maling kan yang lari duluan itu kamu” kata
temannya. “Yyyaaa… sudahlah, ayo kita sholat” jawabnya.
tafaddhol ya Bagi yang membutuhkan Jasa Pembuatan CerPen, Semua GENRE loh.
Hub : 081521713141 WA
MAntap puisi nya
BalasHapusIni CerPen Akh
BalasHapusWow keren
BalasHapus